Tentang Saya
Kepada Kata yang Pulang
Menulis bukan pilihan,
tapi denyut yang mengingatkan paru-paru: engkau masih harus bernapas.
Perjalanan bermula di persimpangan usang,
ketika ijazah menggantung masa kanak di dinding senja.
Remaja bergeser seperti musim,
dan pena lebih jujur dari suara.
Sejak itu, jemari tak henti menari—
tarian antara papan ketik dan luka,
antara hujan dan kemarau.
Menulis tahu kapan aku rapuh,
kapan jatuh cinta,
kapan merayakan sesuatu yang tak layak dirayakan.
Namun, seperti akar yang lupa ke mana ia tumbuh,
aku kehilangan jejak.
Tulisanku berserak:
daun-daun kering di buku usang,
embun yang menguap di folder tanpa nama,
dan gema di kamar ingatan yang jarang kubuka.
Menulis adalah mengumpulkan serpihan diri yang hilang.
Maka blog ini adalah tanah tempat aku pulang.
Pelabuhan kecil untuk merajut kata yang tercerai.
Di sini kau temukan:
fiksi dari gelisah subuh,
renungan di serbet kafe,
catatan jujur tanpa rias.
Selamat datang di jagat miniku.
Duduklah di bawah teduhnya sunyi.
Seruput kopi dingin, baca dengan diam.
Karena setiap tulisan mencari pembacanya.
Dan barangkali—
tulisanku sudah lama menunggu di kursi seberang.
Untukmu.
